Euforia Ramadhan telah memasuki puncaknya. Puncak dari segala kemenangan yang diartikan dalam berbagai arti yang kemudian dimaknakan sendiri-sendiri. Mungkin kemenangan atas kemampuan pertahanan dari segala hawa nafsu. Mungkin kemenangan karena keberhasilan masing-masing menghempas himpitan kemacetan yang mewarnai aroma mudik. Mungkin juga kemenangan karena merasa tidak terlalu mengencani euforia itu sendiri. Apapun yang terjadi euforia Ramadhan telah sukses memuncak pada saat yang telah disemestikan oleh beberapa gelintir manusia yang mengatasnamakan dirinya pemerintah.
Showing posts with label Opinisme. Show all posts
Showing posts with label Opinisme. Show all posts
Saturday, September 11, 2010
Minal Aidin Wal Faidzin
Bookmark this post:blogger tutorials
Social Bookmarking Blogger Widget |
Label:
CELOTEHAN,
Goresan Jemari,
Opinisme,
Ramadhan
Saturday, August 14, 2010
Hal yang Menarik Selama Ramadhan
Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim sedunia. Banyak ibadah yang dilipatkan pahalanya dalam bulan ini. Beribadah puasa adalah salah satu diantaranya. Namun tahukah Anda bahwa ternyata banyak kejadian yang lucu dan menarik terjadi selama Ramadhan? Ini adalah berbagai hal dan berita yang terjadi ketika Ramadhan tiba, baik disadari atau tidak. Hal-hal yang menarik ini sangat jarang dijumpai ketika terjadi di bulan-bulan biasa. Apa saja sih hal-hal menarik itu?
Bookmark this post:blogger tutorials
Social Bookmarking Blogger Widget |
Tuesday, August 03, 2010
Rumah Asu Berkonspirasi
Belum selesai kontropersi kehebohan dana aspirasi, mak bedunduk keluar lagi usulan dewan untuk pembuatan rumah aspirasi untuk para anggota dewan dengan biaya sebesar 200 juta (rupiah sing jelas kie). Usulan yang mak bedunduk keluar itu justru ketika DPR tengah dipergunjingkan di seantero tanah air tentang anggota-anggotanya yang sering mbolos Rapat Paripurna. Gak habis pikir bagaimana mereka yang mengaku para wakil rakyat ini berani untuk mengusulkan pembangunan rumah aspirasi yang jelas-jelas ngunthal duit negara. Uthek’e kie dho nang ngendi?
Rakyat sudah dikagetkan dengan kasus Markus Pajak serta dana aspirasi yang dicocotkan oleh salah satu partai. Ketidakpercayaan rakyat dengan alokasi pajak semakin ra karuan. Belum selesai rasa kaget itu, sekarang ditambah dengan kemunculan usulan untuk membuat rumah aspirasi untuk masing-masing anggota dewan yang per rumah ngrogoh kocek negara sebesar 200 juta atau jika dikalikan dengan 560 anggota dewan, maka total jumlah anggaran yang harus kembali dikeluarkan oleh negara adalah sebesar 112 Miliar per tahun atau 200 juta untuk per anggotanya per tahun. Uang sebanyak itu dianggarkan untuk menyewa kantor di daerah pemilihan masing-masing anggota, menggaji staf, dan ongkos operasional selama setahun. Jika memang rumah aspirasi itu dimaksudkan untuk penyaluran aspirasi dari masyarakat langsung kepada anggota dewan yang dipilih, bukankah sudah ada kantor kesekretariatan partai masing-masing? Wah wah…membuat kantor untuk individu kok minta biaya pemerintah? Opo tumon?
Bookmark this post:blogger tutorials
Social Bookmarking Blogger Widget |
Label:
Adaptasi Artikel,
CELOTEHAN,
Indonesia,
Opinisme
Tuesday, July 20, 2010
Dukung Kaum Difabel Untuk Mendapatkan Kelayakan Kerja
"Tidak ada manusia yang tidak cacat!"
Mengambil dari definisi cacat yang bisa disamakan dengan kekurangan. Karena bukankah sudah dimengerti bahwasanya kesempurnaan hanya milik Gusti? Istilah cacat dipilihkan untuk mengategorikan orang atau sesuatu yang tidak layak. Namun dalam perkembangannya kata cacat menjadi sebuah personifikasi untuk mewakili opini masyarakat yang dilekatkan pada suatu kelompok tertentu yang mempunyai kekurangan/ketidakmampuan sebagaimana manusia lain yang normal. Akibat yang terjadi adalah munculnya penyebutan istilah ‘maaf’ ketika menyebut seseorang yang mempunyai kekurangan fisik. Hal itu mengansumsikan bahwa cacat mempunyai sebuah image yang benar-benar kurang, mendiskriminasikan seseorang untuk tidak dapat disetarakan dengan orang lain yang normal. Benarkah demikian?
Bookmark this post:blogger tutorials
Social Bookmarking Blogger Widget |
Label:
Adaptasi Artikel,
CELOTEHAN,
Goresan Jemari,
Indonesia,
Jati Diri,
Laki Laki,
Opinisme
Monday, July 19, 2010
Pemakai Jalan yang Nyebahi Silit Babi
“Pim…Pim…!!”
Dengus liar klakson itu terasa mengganggu. Bukan apa-apa, di perempatan ini, lampu lalu lintas baru saja menyala hijau. Antrian kendaraan masih panjang. Dan seharusnya bisa dimaklumi jika penantian atas giliran perjalanan itu harus diterima dengan apa adanya dan otak yang waras. Jika kemudian segelumit alasan meluncur deras dari mulut sebagai sebuah bentuk legalisasi ide, sikap dan otak atas deru klakson yang sedikit nyak-nyakan, atas dasar apapun tidak bisa dijadikan sebuah pembenaran, karena semua pemakai jalan mempunyai kepentingan yang sama meski berbeda kadar dan bentuknya. Lebih ngelus dada (mohon dada Anda sendiri dan jangan dada orang lain), karena hal seperti itu justru sekarang sering dijumpai di ruas-ruas jejalanan Jogja.
Bookmark this post:blogger tutorials
Social Bookmarking Blogger Widget |
Label:
CELOTEHAN,
Goresan Jemari,
Laki Laki,
Opinisme
Mereka adalah Sahabat
bilik sekat
Adaptasi Artikel
Goresan Jemari
CELOTEHAN
Opinisme
UmakUmik
Laki Laki
Film
Rendezvous
Indonesia
Info Teknologi
Info Bola
Hanandiya
Internet
Jati Diri
Movie
Sepak Bola
World Cup
Animasi
Komik
About
Humor
Info Kerja
Komputer
Perempuan
Ramadhan
Waton Nulis
Windows
Anniversary
Bapak
Blog
Cinta
Kaleidoskop
Microsoft
Musik
Pernikahan
Photo
Puisi
Review
Toys
Tutorial Blog
blender
blender indonesia
lowongan kerja


